Berita
Rabu, 24 Mei 2017
Kanal: Berita Perhubungan

DIKLAT PELAYANAN PRIMA EXCELLENCE BAGI APARATUR PEMKAB PAKPAK BHARAT

"Seru! Dan mengasyikkan!”, ucap Kastro Manik, S.Sos, Ka. Bagian Humas Setda, salah seorang peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pelayanan Prima Excellence bagi ASN Pemkab Pakpak Bharat di Hotel Grand Mutiara Berastagi, Rabu-Jumat, 17-19 Mei 2017. Ya, acara Diklat ini memang menghadirkan pembicara yang cukup menarik, tidak hanya materi yang benar-benar membuka wawasan, tetapi penyampaian yang interaktif dan membangkitkan semangat para peserta dalam melayani publik ke depannya.


“Memang kali ini kami menghadirkan sesuatu yang berbeda dan kualitas narasumber/instruktur adalah salah satu yang terbaik kami hadirkan, disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik”, jelas Ka. BKD dan Diklat, Sartono Padang, S.Sos, M.Si, didampingi Ka. Bidang Diklat, Abdul Ghani Berutu, SE, MAP. Kali ini panitia memang menghadirkan narasumber yang berkualitas dan cukup tersohor di bidangnya, yaitu. Dra. Fauwza Atmodirono (Zaza) dan Dr. Harley Prayudha, M.Si dari Encourage Training Center, Bandung. Keduanya juga merupakan praktisi dan akademisi untuk spesialisasi pelayanan prima dan public speaking.

Antusias 38 orang peserta juga tampak terlihat. Terbukti seluruhnya aktif mengikuti pelaksanaan Diklat, termasuk proses praktek performance dan pelatihan komunikasi efektif. “Sesungguhnya kami mengundang 40 orang peserta, disesuaikan dengan latar belakang jabatan masing-masing. Tetapi karena sesuatu dan lain hal menyangkut urusan kedinasan, hanya 38 orang yang maksimal mengikuti Diklat ini sampai akhir”, jelas Abdul Ghani Berutu.

Di tempat terpisah, Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, sangat menyambut baik pelaksanaan Diklat ini. “Diharapkan terbangun sikap mental yang sehat dan positif, serta berfikir dan bekerja cerdas (work smart), sehingga antar aparatur bisa bekerja sama sebaik-baiknya dalam tupoksi masing masing, serta terbangun jaringan hubungan sosial kultural yang baik dengan sesama aparatur di dalam instansi maupun dengan pihak stakeholder di luar instansi.agar pengetahuan dan pengalaman aparatur bisa bertambah. Akibatnya rasa percaya (trust) pada pemerintah akan muncul sebagai aspek pendukung utama good governance”, tanggapnya saat dikonfirmasi.

Secara khusus Bupati menginginkan selepas pelatihan ini para pejabat mampu nantinya memberikan pelayanan melalui peningkatan kemampuan berkomunikasi secara efektif (communication up skill and public speaking) serta profesional.

Diklat diisi dengan pemaparan teori dan mengeksplorasi permasalahan yang dihadapi terkait komunikasi yang efektif, termasuk implementasinya, oleh Dr. Harley. Dengan gaya yang komunikatif dan menarik, narasumber sangat interaktif menstimuli para peserta sehingga apa yang ada di dalam teori dibandingkan dengan contoh-contoh kasus di lapangan.

Materi berikutnya bersifat lebih personal performance terkait konsep pelayanan prima mulai dari pemahaman akan pemaknaan strategi dan langkah-langkah yang dibarengi dengan sikap dan ekspresi, yang disampaikan oleh Ibu Zaza.

Para peserta juga diminta satu persatu untuk menunjukkan sikap berjalan, duduk, bersalaman dan menyerahkan tanda pengenal, sekaligus dilakukan perbaikan dan arahan oleh beliau tentang sikap yang sepantasnya dalam pelayanan prima yang excellence.

Bagian yang menarik berikutnya adalah praktek public speaking yang dipandu Dr. Harley. Sembari melakukan praktek langsung, beliau juga memberi kiat-kiat bagaimana menampilkan suara yang lantang saat proses verbal karena sangat diperlukan, dibarengi dengan uji coba kepada masing-masing peserta. Selanjutnya para peserta diminta melakukan pidato, orasi, serta monolog lainnya di hadapan publik untuk kemudian di nilai. Bagi yang dianggap kurang memadai, narasumber meminta mengulang lagi setelah sebelumnya dikoreksi oleh narasumber.

Peserta dibimbing agar melakukan pelayanan prima secara penampilan diri. Intonasi bukanlah menjadi kendala dalam pelayanan prima, melainkan pilihan kata yang bermakna menyenangkan dan penuh keramahan.Cara berjalan, cara bersikap dan ekspresi wajah yang penuh senyum menjadi kiat selanjutnya karena tampilan yang menyenangkan bagi publik sudah menjadi jawaban dalam bentuk pelayanan.

Para peserta juga menemukan hal-hal yang baru ketika diminta melakukan praktek-praktek performance dan public speaking, serta menjadi masukan yang berharga untuk kebutuhan melayani masyarakat. Secara umum dapat terlihat bahwa peserta merasa puas dengan pelaksanaan diklat ini, terkhusus materi-materi yang disampaikan. Bahkan ada beberapa peserta meminta penambahan pelaksanaan Diklat yang sama karena terasa masih sangat diperlukan. (Sumber berita: BKD dan Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)


Copyright © 2020 Kabupaten Pakpak Bharat. All Right Reserved